Blogger news

Pages

Sabtu, 12 September 2015

Harapan Yang Sirna


                Setiap orang pasti memiliki masalah, begitu pula dengan seorang pemuda labil yang sedang hidup di Mesir itu. Dia memiliki beberapa masalah yang harus ia hadapi. Salah satunya adalah cara agar bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini.
                Pagi menjelang siang itu dia memiliki harapan yang besar akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar. Ia siapkan dirinya matang matang dan menyiapkan pula semua perlengkapan yang ia butuhkan untuk melangkah kerja.
                Ia mendapatkan info pekerjaan dari seorang kawan dua hari yang lalu sebelum ia berangkat kelokasi. Dikabarkan bahwa gaji disitu untuk bulan pertama sebesar 400$ dan jika pekerjaan yang ia lakukan baik, maka bulan selanjutnya ia akan mendapatkan gaji 500$. Pemuda itupun angsung tertarik dan ingin mencoba.
                Ia bertanya pada beberapa teman yang ia kenal pernah bekerja yang sejenis itu untuk menambah wawasan. Lalu ia pahami dan bulatkan tekad untuk melangkah dan berdoa agar bisa cocok dan betah disana. Maka, ditelponlah orang yang menjajikan pekerjaan itu. Lalu mereka janjian akan bertemu didaerah yang bernama Sitta Oktober.

                Daerah itu cukup jauh dari rumah si pemuda, dan sipemuda pu belum pernah sekalipun pergi ke daerah itu, juga belum tau bagaimana rutenya. Setelah membulatkan tekad dan terus berdoa, ia beranikan diri untuk berangkat mencari alamat. Berangkat dari rumah jam 09:30, namun ia mampir dulu kerumah makan Mesir yang cukup terkenal di daerahnya. Rumah makan itu bernama Kusyari Syaikh, itu adalah rumah makan favoritnya dia juga.

0 komentar:

Posting Komentar