Blogger news

Pages

Rabu, 16 September 2015

Makanan orang2 Mesi

Judulnya terlalu apa ya namanya..haha :v ,, intinya judulnya gak cocok sama tulisannya. Karna yang akan ku bahas kali ini bukan tentang semua makanan di mesir, tapi hanya makanan yang aku makan kali ini.

Ini membuatku teringat di panti asuhan dulu yang minum pakai air kran trus sampe tenggorokanku sakit di tambah makan makanan yang lumayan bikin ngelua dada. Tapi semua itu harus di syukuri!!! Karna banyak yang lebih susah yang sulit mendapatkan makanan sampai makan kucing dan daun.

Ketika hari kedua aku di sini, ada sahabat yang menasihatiku ketika kami makan, menuntut ilmu agama itu gak bisa didapat dengan suatu yang enak. Semua susah, dari makanan, tempat tidur dan belajarnya. Imam Bukhori aja ketika menuntut ilmu memakan roti yang sangat kering dan ditambah air kran. Dan itu gak cuma sekali, tapi sering kali. Harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, bertahun tahun nggk bertemu keluarga dan kampung halaman.

Selasa, 15 September 2015

Saurnya orang Mesir

Sebenernya banyak banget hal yang ingin aku tulis, tapi entah kenapa kok rasanya males mau nulis hal yang sangat menarik yang kualami hari di negeri kinanah yang tercinta.

Hari ini adalah hari pertama dalam sejarah hidupku yang untuk pertama kalinya aku memakan isy (roti arab) hampir kering dengan kualitas no 4 di campur manisan sejenis gula dan di campur yogurt. Rasanya campur aduk dan aneehh banget. Tapi tetep harus dicoba dari pada nanti siang kelaperan kan !?. Dan setelah beberapa kunyahan, akhirnya aku menyerah dan membuangnya ke tong sampah :'( . Bahkan temenku orang indonesia yang udah lama disini aja gak doyan buat makan.

Senin, 14 September 2015

Berdengungnya Tasbih

Dengungan itu terdengar layaknya lebah
Yang mendengung begitu ramai dan indah
Membuat ku bertanya itu apa
Dan akhirnya kutemukan jawabannya
Itu adalah dengungan orang2 yang sedang menghafal Qur'an
Sungguh indah dan menakjubkan
Begitu damai untuk dipandang
Dan menjadikan hati tenang
Aku pun sangay takjub
Hingga hati ini menjadi gugup
Dan terbesit untuk ikut
Kedalam golongan para penuntut
Ilmu akhirat yang mulia
Sebagai wasilah menuju surga

Abdullah Al Mahdi

Awal Mabit

Hari ini adalah awal untuk ku agar bisa lebih baik, harapanku sih seperti itu, tapi setiap orang hanya bisa berharap dan merencanakan, keputusan akhir hanyalah milik Sang Pencipta. Kita tidak bisa menebak apa lagi mengetahui akhir dari sebuah keputusan atau kejadian, begitupula masa depan.

Di awali dengan melangkah keluar menuju masjid yang penuh dengan berkah ini. Tapi, terap saja semua tidak berjalan mulus seperti yang direncanakan, aku tak tau kenapa selalu ada masalah dan rintangan.

Sebenarnya, aku sangat paham dan mengerti apa masalahku saat ini, tapi sayang untum menyelesaikan masalahku ini aku harus menempuh rintangan yang sangat besar dan semoga Allah memudahkan jalan ku. Aamiin

Hari ini pun aku memiliki pengalaman yang menarik dan unik. Di negeri seribu menara ini ada dua tipe manusia, pertama seperti Nabi Musa as, dan yang lain seperti Fir'aun.

Dan kali ini aku akan menceritakan kawan kawan baruku yang sangat baik dan mulia layaknya Nabi Musa as. Dirumah tahfidz ini begitu ramai orang orang berebut kebaikan dan berlomba lomba dalam amal shaleh. Aku pun bertemu kawan yang mampu menghafal 1 juz dalan satu hari, bahkan banyak yang bisa menghafal baru lebih dari 1 juz per hari. Yeah, bahasa mereka sedikit mirip dengan bahasa Al Qur'an, tapi tetap saja mereka hebat.

Yang jelas, kekuatan hafalan itu bisa di tingkatkan, yang awalnya hanya bisa menghafal 2 baris per hari, sekarang bisa menghafal setengah juz perhari. Hebat bukan !? Semua itu butuh latihan kawan.

Namun, semua gak berjalan lancar seperti yang sudah kukatakan sebelumnya. Aku teringat dengan keinginan ku yang sangat kuat sehingga membuatku galau dan terus menghayal. Ini membuatku tidak bisa menghafal 1 ayat pun dan akhirnya aku hanya bengong mengkhayal gak jelas.

Walau begitu, kita sebagai hamba tidak boleh mengeluh kepada manusia atau menceritakan masalah kita kepada manusia. Itu sama saja merendahkan diri kita dihadapan manusia. Keluhkanlah semua masalah kepada Allah Yang Maha Kuasa. Insyaallah you find the way. ;)

Semoga esok lebih baik dari hari ini. Aamiin :)

Minggu, 13 September 2015

Tempat Pria Tangguh



                Pagi itu seorang lelaki dengan tekad dan harapan di dalam hatinya melangkahkan kaki keluar rumah menuju tempat yang ia ketahui sebagai salah satu tempat yang focus untuk menghafal Al Qur’an. Berbekal keberanian dan sedikit informasi yang diberika kawannya, ia melaju menuju tempat itu sendiri dipagi yang mana orang orang masih banyak yang tertidur lelap termasuk kawan kawan rumahnya. Dia belum pernah ketempat itu sebelumnya dan ia juga masih belum paham daerah tempat ia tinggal secara rinci, terutama nama nama tempat di daerahnya. Tapi, semua itu tidak lah menjadi masalah bagi pemuda yang sudah sering menjelajah dan kesasar itu. :v

Sabtu, 12 September 2015

Harapan Yang Sirna


                Setiap orang pasti memiliki masalah, begitu pula dengan seorang pemuda labil yang sedang hidup di Mesir itu. Dia memiliki beberapa masalah yang harus ia hadapi. Salah satunya adalah cara agar bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini.
                Pagi menjelang siang itu dia memiliki harapan yang besar akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar. Ia siapkan dirinya matang matang dan menyiapkan pula semua perlengkapan yang ia butuhkan untuk melangkah kerja.
                Ia mendapatkan info pekerjaan dari seorang kawan dua hari yang lalu sebelum ia berangkat kelokasi. Dikabarkan bahwa gaji disitu untuk bulan pertama sebesar 400$ dan jika pekerjaan yang ia lakukan baik, maka bulan selanjutnya ia akan mendapatkan gaji 500$. Pemuda itupun angsung tertarik dan ingin mencoba.
                Ia bertanya pada beberapa teman yang ia kenal pernah bekerja yang sejenis itu untuk menambah wawasan. Lalu ia pahami dan bulatkan tekad untuk melangkah dan berdoa agar bisa cocok dan betah disana. Maka, ditelponlah orang yang menjajikan pekerjaan itu. Lalu mereka janjian akan bertemu didaerah yang bernama Sitta Oktober.

                Daerah itu cukup jauh dari rumah si pemuda, dan sipemuda pu belum pernah sekalipun pergi ke daerah itu, juga belum tau bagaimana rutenya. Setelah membulatkan tekad dan terus berdoa, ia beranikan diri untuk berangkat mencari alamat. Berangkat dari rumah jam 09:30, namun ia mampir dulu kerumah makan Mesir yang cukup terkenal di daerahnya. Rumah makan itu bernama Kusyari Syaikh, itu adalah rumah makan favoritnya dia juga.

Menghadapi masalah


                Hidup ini cukup keras bagi sebagian orang, bagi sebagian yang lain justru hidup ini indah. Aku hidup di dunia ini terkadang merasa begitu sulit dan terkadang menyenangkan. Tapi, hidup tak kan bisa lepas dari masalah. Masalah akan selalu ada dalam hidup kita, bahkan seringkali masalah terjadi atau datang rombongan diwaktu yang sama sehingga membuat kita menjadi begitu pusing mencari solusi dan mengambil suatu keputusan. Dan masalah itu juga ada yang memang murni datang karena diri kita sendiri yang memancing masalah itu agar datang, dan ada pula yang datang dari Sang Pencipta. Dan ketahuilah, Allah tidak akan membebani suatu hamba kecuali hamba itu pasti bisa menyelesaikan masalah itu. Dan juga, masalah adalah salah satu ujian bagi kita untuk bisa mencapai ke derahat yang lebih tinggi.
                Seringkali kita merasa susah dan berat ketika masalah datang. Pada akhirnya kita mengeluh pada setiap manusia yang kita temuai berharap orang yang mendengarkan masalah yang sedang kita alami bisa membantu kita. Ketahuilah, sikap seperti itu hanya akan membuat seseorang hina di mata orang lain. Karena dia merendahkan dirinya di hadapan hamba. Alangkah baiknya jika ada masalah yang datang kita segera mengeluh kepada Allah SWT yang mampu menyelesaikan semua masalah. Dan jangan sampai kita mengeluh kepada manusia, karena itu akan membuat kita semakin hina.

                Jika kita bertemu dengan masaalah, maka katakanlah kepada masalah itu bahwa kita memiliki Allah yang Maha Besar. Jangan berakata “aduh aku punya masalah besar”.

Jumat, 11 September 2015

sekolah para pejuang

Sekolah Para Pejuang
Pertama kali aku melihatnya, ia begitu sederhana dan tak ada suatu yang istimewa dan bisa di banggakan. Tapi, setelah beberapa hari aku di sana, aku baru tersadar bahwa tempat itu adalah tempat yang penuh dengan kenangan dan perjuangan. Dan pastinya orang orang yang ada disitu adalah para pejuang. Maka dari itu, aku menyebut sekolahan itu adalah sekolah para pejuang.
            Aku tak akan bisa pernah melupakan tempat yang penuh kenangan itu dalam hidup. Tempat yang mampu membangun karakter kuat dan hebat bagi setiap orang yang ada didalamnya. Hari demi hari berlalu dan semua yang terjadi disitu adalah suatu hal yang mengagumkan dan mengenang. Aku sungguh sangat bersukur bisa sekolah di tempat itu. Bisa dibilang kalau itu adalah sekolah terbaik yang pernah ku jumpai sampai saat ini.
            Disana aku dan teman temanku dilatih bagaimana cara bertahan hidup di dunia yang keras ini dan bagaimana hidup yang sesuai dengan apa yang terkandung dalam AL Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Sungguh luar biasa!!! Dan sangat hebat!!! Tidak ada rasa menyesal sedikitpun aku ada disana. Persaingan dalam menuntut ilmu pun sangat ketat disana. Ada yang menuntut ilmu sampai lumpuh karena terlalu lama duduk membaca buku. Dan setiap keluar dari kamar selalu buku yang dibawa dan tiada hari tanpa menambah ilmu dan kebaikan.
            Semua itu bermula ketika aku dikeluarkan dari sekolah lamaku. Ketika aku tidak mematuhi perintah sang Kiyai dan mengikuti apa yang menurutku harus aku lakukan. Yang pada akhirnya membuatku harus dikeluarkan secara memalukan dan tidak terhormat dari sekolah lamaku. Tapi, justru itu aku mendapat pencerahan bahwa aku bisa menjadi jauh lebih baik dengan tidak meneruskan disekolah itu dan pindah kesekolah yang jauh lebih baik dari sekolah yang mengeluarkan aku secara tidak terhormat.
            Ini membuatku belajar beberapa hal dalam hidup didunia ini. Dan yang terbesar adalah “disetiap kejadian buruk yang menimpa kita, disana ada hikmah yang sangat besar asalkan kita mengambil pelajaan”.
            Hidup ini indah jika kita menghadapi setiap masalah dalam hidup ini dengan bertawakkal kepada Allah SWT. Dan teruslah tersenyum! Allah SWT tidak akan membebani seorang hamba dengan apa yang tak mungkin hamba itu bisa hadapi.


By : Abdullah Al Mahdi